Habar Kampung
Sinergi Lintas Sektoral: Desa Mahang Sungai Hanyar Gelar Rembuk Stunting 2026 demi Generasi Unggul
#Stunting #DesaMahangSungaiHanyar #RembukStunting #KesehatanMasyarakat #PuskesmasPandawan #GiziSeimbang #DanaDesa #GenerasiEmas2045#Stunting #DesaMahangSungaiHanyar #RembukStunting #KesehatanMasyarakat #PuskesmasPandawan #GiziSeimbang #DanaDesa #GenerasiEmas2045
Upaya pencegahan stunting terus menjadi prioritas nasional yang diimplementasikan hingga tingkat desa. Pada hari Jum'at, 03 Juli 2026, Desa Mahang Sungai Hanyar mengambil langkah nyata melalui agenda 'Rembuk Stunting'. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah forum strategis untuk merumuskan kebijakan lokal, mengoordinasikan intervensi gizi, dan menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan guna memastikan tumbuh kembang balita di desa berlangsung optimal.
Kolaborasi Multipihak dalam Penanganan Stunting
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen krusial, mulai dari Pihak Puskesmas Pandawan yang memberikan tinjauan medis, hingga Ahli Gizi yang memaparkan pola konsumsi sehat. Kehadiran KUA Pandawan memberikan perspektif penting mengenai kesiapan pranikah bagi calon pengantin sebagai langkah preventif hulu. Selain itu, Bidan Desa, Pendamping Desa, dan Aparat Desa turut memastikan bahwa program penanganan stunting sejalan dengan alokasi Dana Desa dan kebijakan pembangunan manusia di wilayah tersebut.
Peran Kader Posyandu dan PKK dalam Pendampingan Keluarga
Ketua PKK Desa bersama para Kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan hasil rembuk ini. Dalam diskusi tersebut, ditekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap balita yang masuk dalam kategori stunting. Para orang tua balita stunting yang hadir diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan tenaga ahli, mendapatkan edukasi mengenai pemberian makanan tambahan (PMT), serta memahami pentingnya sanitasi lingkungan dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak.
Rencana Aksi dan Komitmen Desa Mahang Sungai Hanyar
Hasil dari Rembuk Stunting ini adalah kesepakatan rencana aksi yang melibatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Pendamping Desa memastikan bahwa setiap usulan program dari kader kesehatan akan dikawal dalam forum musyawarah desa. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting secara signifikan di Desa Mahang Sungai Hanyar melalui pemutakhiran data, peningkatan layanan kesehatan di Posyandu, dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
Rembuk Stunting di Desa Mahang Sungai Hanyar pada tahun 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, instansi kesehatan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam memerangi stunting. Dengan keterlibatan aktif dari Puskesmas, KUA, ahli gizi, dan orang tua, desa ini optimis mampu mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (TIM Red. MSH Media Center)